Senin, 22 Juli 2019

Soal Permusuhan Supporter Atletico, Griezmann Tanggapinya dengan Positif dan Santai

Kilat Pelangi - Keputusan yang diambil Antoine Griezmann yaitu memilih hengkang dari Atletico Madrid jelas menjadi hal mengejutkan untuk para penggemar klub asal kota Madrid tersebut. hal ini bahkan sampai membuat para penggemar memusuhi sang striker.
Sebagaimana dilansir dari Marca, pesepakbola 28 tahun itu bahkan mengatakan jika ia sadar akan ada ungkapan kekecewaan dari para penggemar. Namun, ia menganggap apa yang dilakukan suporter adalah salah satu bentuk cinta mereka padanya.
"Saya tahu akan ada cemooh dari mereka. Tapi itu adalah bagian dari sepak bola dan saya menyikapinya dengan positif dan santai. Mereka sangat mencintai saya dan ketika seseorang pindah, kadang itu menyakitkan," ujar Antoine Griezmann.
Keputusan Griezmann yang memicu Pro dan Kontra para pendukung  Atletico dimulai ketika pada akhir musim 2018-2019 lalu dirinya memutuskan untuk meninggalkan klub. Situasi semakin keruh ketika pesepakbola asal Perancis itu resmi diumumkan menjadi pemain Barcelona.
Sebagai bentuk ungkapan kekecawaan, para pendukung Atletico Madrid bahkan merusak sebuah plakat yang dibuat untuk Griezmann di kawasan Stadion Wanda Metropolitano. Tapi hal itu lagi-lagi tak membuat sang pesepakbola risau, ia malah mengatakan bahwa sampai kapanpun  Los Rojiblancos - julukan Atletico Madrid - akan tetap di hatinya.
Situasi ini bukan kali pertama dialami Griezmann, sebelumnya ia pun mengaku sudah pernah mengalami situasi serupa pada tahun 2014 silam. Ketika itu dirinya memutuskan pindah dari Real Sociedad menuju ke Atletico Madrid. 
"Mereka (para pendukung) telah memberikan begitu banyak hal kepada saya jadi saya bisa menerimanya. Hal ini pun seperti yang pernah terjadi di Real Sociedad, kedatangan saya bermain ke sana tidak mudah. Tetapi, Sociedad dan Atletico akan selalu berada di hati saya," katanya.[] 

Sumber : Akurat.co

Jangan Hanya Jadi Konsumen Teknologi , Tapi Masyarakat juga Berinovasi dengan Teknologi

Kilat Pelangi - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan masyarakat untuk tidak terjebak hanya sebagai penikmat dan pemakai dari perkembangan teknologi yang semakin memudahkan pergerakan masyarakat, melainkan harus menjadi bagian yang dapat menciptakan inovasi dengan teknologi tersebut.
"Kita tentu juga tidak ingin hanya menjadi konsumen daripada teknologi, tapi kita juga harus menjadi bagian dari inovasi tersebut. Teknologi merupakan suatu kemajuan, juga sekaligus tantangan karena kemudian teknologi mengubah banyak kehidupan dan perilaku," kata Wapres Jusuf Kalla (JK) saat membuka Indonesia Development Forum (IDF) Tahun 2019 di JCC Senayan Jakarta, Senin (22/7/2019).
Inovasi berdasarkan teknologi tersebut, kata JK. hanya dapat dilakukan apabila sumberdaya manusia dapat ditingkatkan kualitasnya melalui pendidikan yang baik dan bisa dimanfaat dengan baik oleh masyarakat
Selain itu, bonus demografi yang dimiliki Indonesia, yakni angka penduduk usia produktif lebih banyak daripada penduduk non-produktif, seharusnya menjadi nilai tambah bagi generasi muda untuk berinovasi.
"Tantangan teknologi itu harus dipenuhi dengan kemampuan sumberdaya manusia. Generasi muda yang hadir di sini tentu tidak hanya belajar menghadapi tantangan, tapi juga bagaimana membuat solusi pada tantangan tersebut," katanya.
Oleh karena itu, Wapres JK berharap dengan adanya forum semacam IDF dapat memantik pemikiran generasi muda untuk menciptakan inisiatif dan inovasi yang efektif bagi pembangunan.
Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan IDF bertujuan untuk alih gagasan dalam menemukan pola pembangunan yang tepat di Indonesia.

Sumber : Akurat.co

Hasil dari Kreativitas Komunitas Difabel

Kilat Pelangi - Children and Youth Disabilities for Change (CYDC) ,Itulah sebuah nama yang tertera di salah satu tempat komunitas pada Event Pekan Kreatif Banda Aceh 2019 yang diselenggarakan di Taman Sari, Kota Banda Aceh, Aceh.
Dalam ruangan berukuran lebih kurang dua kali dua meter persegi tersebut, tersedia berbagai hasil kreativitas komunitas CYDC. Mulai dari tas, dompet, tas, vas bunga, taplak meja, kep rambut, celengan, serta banyak lagi hasil karya lainnya.
Erlinda Marlinda, masyarakat disabilitas yang menjabat sebagai program manajer CYDC, mengatakan sesuai namanya, stan yang mereka buka memamerkan karya dari para penyandang disabilitas yang telah mendapatkan pelatihan.
"Tujuan hadirnya stan ini adalah menghadirkan atau memamerkan karya teman-teman disabilitas," kata Erlinda.
Barang-barang yang dipamerkan tersebut dikatakan Erlinda adalah karya hasil daur ulang, seperti dari plastik botol, paralon kertas, kain perca maupun bekas, dan masih bahan-bahan lainnya. Tentunya, semua bisa dilakukan setelah mendapatkan pelatihan.
Inisiatif mendaur ulang barang-barang bekas itu dikatakannya agar kawan-kawan disabilitas lebih mudah mendapatkan bahan baku untuk berkarya. Mengingat tidak semua dari mereka mampu untuk keluar rumah.
"Tidak semuanya bisa keluar dari rumah, tetapi dengan demikian (memanfaatkan daur ulang) mereka tetap mempunyai karya selama di rumah. Punya sesuatu yang dibuat. Bahan daur ulang yang kita gunakan ini banyak bisa didapatkan di rumah masing-masing," kata wanita yang sehari-harinya menggunakan kursi roda.
Erlinda mengaku jika setiap ada event yang ingin mereka ikuti, mereka selalu mendapatkan respon positif dari pemerintah. Even kreativitas seperti ini dikatakan Erlinda adalah yang kedua kali komunitasnya ikuti.
Meskipun demikian ia berharap, ke depan CYDC maupun komunitas disabilitas lainnya bisa lebih dari hanya sekedar event. Namun ada wadah khusus yang bisa mereka jadikan tempat untuk menjajakan hasil karyanya. Mengingat hingga sampai saat ini, belum ada tempat khusus untuk mereka jadikan tempat memproduksi hasil-hasil karyanya.
"Belum (belum ada tempat khusus untuk teman-teman disabilitas). Sebenarnya untuk hasil karya kawan-kawan disabilitas ini bukan hanya sekedar event yang kita perlu. saya juga berharap adanya tempat atau wadah yang bisa digunakan kawan-kawan disabilitas untuk mempublikasikan hasil karya mereka. Seperti toko ataupun outlet lainnya," ujar Erlinda.
"Kalau ada tempat khusus pasti lebih mudah untuk kawan-kawan membuat pelatihan, karena selama ini kita harus membuat di setiap kelompok-kelompok," ujar Erlinda. []

Sumber : Akurat.co

Senin, 15 Juli 2019

Jalan Kebon Sirih, Ada Sekelompok Orang Tak Dikenal Mengeroyok Pejalan Kaki situ

Kilat Pelangi - Malang benar nasib Eko Parikesit (23) menjadi korban pengeroyokan oleh segerombolan pemuda di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Sabtu (13/7/2019) malam.
Eko bercerita, saat itu dirinya baru pulang kerja dan berjalan sepanjang jalan Kebon Sirih. Namun, tiba-tiba ada seorang lelaki tak dikenal menanyakan arah jalan ke Pasar Minggu.
"Saya jelasin arahnya, tiba-tiba datang segerombolan orang sekitar sembilan orang langsung keroyok saya," ujar dia Selasa (16/7/2019).
Bahkan, saat mengeroyok salah satu pelaku sempat mengeluarkan sebilah pisau mengarahkan ke matanya. Alhasil, ia pun mengalami luka parah di bagian mata.
Korban yang tak mau mati konyol akhirnya melarikan diri dan para pelaku tetap berusaha mengejarnya.
"Saya langsung dibawa ke RS Tarakan sama warga," tutur dia.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Metro Gambir Kompol Ardiansyah mengaku, pihaknya belum mendapatkan laporan dari korban terkait pengeroyokan tersebut.
"Saya lagi di luar kota. Tapi saya sudah tanyakan kepada anggota bahwa tidak ada laporan hal itu," tukas Ardiansyah saat dihubungi AKURAT.CO. []

Sumber : Akurat.co

Ini Alasan Pentingnya Safety Riding bagi Pengendara Motor

Kilat Pelangi - Safety Riding, merupakan kewajiban yang harus dimiliki bagi Pengendara, khususnya sepeda Motor. Safety Riding ini sangat penting bagi Pengendara Motor dikarenakan mereka berada di ruang publik.
"Jadi kalau ditanya penting enggak Safety Riding, ya, penting sekali. Sebab, Anda berada di ruang publik dan kita harus punya tanggung jawab," jelas Jusri Pulubuhu, selaku Training Director JDDC, saat ditemui pada Minggu (14/7) di Bintaro, Tangerang Selatan.
Mengendarai Motor di jalan raya bukan hanya bermodalkan keterampilan, tapi juga harus memiliki komponen-komponen keselamatan, seperti halnya ketertiban, pemahaman tentang berlalu lintas, dan kedisiplinan berlalu lintas.
Pengendara juga harus mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi, seperti misalnya kesalahan orang lain atau kondisi jalan yang tidak baik.
"Antisipasi terhadap kemungkinan ancaman, kesalahan orang lain, cuaca yang tidak diharapkan, itu harus diantisipasi," kata Jusri Pulubuhu.
Selain itu, sikap empati juga harus diterapkan pengguna sepeda Motor di jalan raya. Sikap ini sangat penting agar meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan ketika sedang berkendara.
"Elemen empati ini sangat penting ketika kita berada di jalan raya. Apa empati itu, yaitu semangat berbagi karena ini ruang publik. Kalo kita ada semangat berbagi, maka yang namanya kemacetan akan tidak ada, konflik fisik tidak ada, konflik verbal tidak ada," tambah Jusri.


Sumber : Akurat.co

    Facebook dan Instagram Jadi Aplikasi yang Sering Error Hingga Juli 2019

    Kilat Pelangi - Belakangan ini, media sosial Facebook dan Instagram acap kali mengalami Error. Tercatat, hingga Juli 2019, sudah lebih dari 2 kali kedua media sosial tersebut mengalami Error.
    Melansir Business Insider, Senin (15/7), menurut situs layanan online, down detector, Facebook dan Instagram sering mengalami Error ketimbang tahun lalu.
    Layanan online tersebut juga mencatat, pada 6 bulan pertama tahun 2019, waktu Error Instagram naik sebanyak sebesar 90%, lebih tinggi dari tahun lalu. Sementara facebook, tercatat mengalami 281% waktu Error, lebih parah ketimbang Instagram.
    Downdedector tidak mencatat seberapa banyak total waktu tumbang kedua media sosial tersebut. Namun Downdedectormemiliki data dari Business Insider yang menyatakan Facebook dan Instagram aplikasi yang sering Error, ketimbang media sosial lainnya seperti Snapchat dan Twitter.[]

    Sumber : Akurat.co

    Jangan! Minum Kopi Sambil Merokok akan Kurangi Cita Rasa

    Kilat Pelangi - Menikmati segelas kopi tanpa diselingi dengan Merokok menjadi sesuatu yang dirasa kurang bagi seorang perokok. Ibarat sayur tanpa garam, katanya. Namun, hal tersebut nyatanya menjadi sebuah kegiatan yang tidak pas untuk dilakukan bersamaan. Rugi.
    Jika kamu meneguk segelas kopi sambil menghisap sebatang rokok, hal tersebut dapat membuat sensasi rasa dari kopi yang diminum jadi tidak terasa seluruhnya. Hal itu disampaikan oleh Barista Manual Brew Kedai Kopi Tanya, Ery Sutrisno, kepada AkuratKuliner di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, baru-baru ini.
    "Ini soal rasa dari kopi, ya. Indera perasa kan ada di mulut ketika mulut tertutup oleh nikotin, plak, TAR dan yang lain karena Merokok. Rasa dari sebuah kopi tidak akan keluar atau terasa dengan baik," ungkapnya.
    Hal ini bukannya tanpa bukti atau kajian. Ery pernah mempraktikkan dua hal berbeda kepada beberapa orang; antara minum kopi sambil Merokok dengan minum kopi tanpa Merokok.
    "Jadi ada pengalaman, antara orang yang tidak Merokok sama orang yang Merokok. Mereka dikasih satu gelas kopi yang sama. Orang yang minum kopi sambil Merokok hanya akan merasakan satu atau dua rasa. Untuk orang yang minum kopi sambil tidak Merokok bisa merasakan sampai lima rasa dari kopi tersebut," tambahnya.
    Ery juga memberi tahu bahwa ketika kamu hendak meminum kopi, mulut orang tersebut harus netral dari rasa apapun.
    "Makanya yang benar sebenarnya kalau ngopi itu tidak harus langsung diminum. Jadi harus kumur-kumur dahulu, harus menetralkan rasa-rasa yang ada di mulut terlebih dahulu untuk bisa benar-benar mencicipi sebuah kopi. Memang agak ribet tapi harus begitu kalau mencari rasa," tutupnya.[]

    Sumber : Akurat.co