Tampilkan postingan dengan label Politikus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politikus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 September 2018

Misbakhun : Saya merasa menjadi target sebuah surat undangan HOAX tersebut





Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun merasa jadi target hoaks. Alasannya adalah undangan jumpa pers dalam bentuk PDF berkop Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) di ruang kerja anggota Fraksi Partai Golkar DPR dengan Ruben PS Marey yang katanya menjadi korban pemblokiran undang-undang pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani .

Misbakhun menyatakan, dia tidak pernah ada kaitan apapun dengan RSCC dalam bentuk apa pun.

“Tidak saya tahu ada lembaga itu (RSCC, red),” katanya lewat pesan singkatnya kepada wartawan, Minggu (16/9).

Legislator yang dikenal dengan dukungan Presiden Jokowi itu menyatakan bahwa dia tidak pernah membuat kesepakatan dengan RSCC untuk memfasilitasi undangan jumpa pers di ruang belakang besok (17/9).

Bahkan, Misbakhun sama sekali tidak tahu subtansi masalah kasus pembekuan akun yang mencerminkan milik Ruben S Marey S.Sos dan kawan-kawan dalam diundang RSCC.

"Saya tidak pernah tahu, Mendengar pun tidak karena sebagai anggota DPR RI juga tidak pernah mendapatkan masalah soal tersebut," tegasnya.

Oleh karena itu Misbakhun meminta para wartawan yang menerima undangan itu untuk agar mengabaikan-nya. Sebab, isinya benar-benar tidak penting.

"Untuk itu saya minta kepada seluruh rekan-rekan manajer yang sudah terlanjur menerima undangan peliputan tersebut untuk tidak membahasnya karena tidak ada agenda penggunaan ruang kerja saya di DPR untuk kepentingan jumpa pers tentang masalah itu," pungkasnya.


Sumber : Akurat.co

Kamis, 13 September 2018

Andi Arief menuduh kembali






Seorang Politikus Mukhammad Misbakhun membantah atas tudingan yang diberikan kepada Wasekjen Demokrat Andi Arief yang menyebut dirinya dibalik artikel di sebuah situs media daring Asia Sentinel.

Dalam sebuah artikel yang sudah ditulis oleh Asia Sentinel, John Berthelsen, disebut hasil pencucian uang di masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) oleh Bank Century

"Soal tuduhan itu disampaikan untuk hanya menanyakan ke Mas Andi Arief Lagi saja. Kan dia yang selalu membuat tuduhan tersebut. Silakan saja dia yang membuktikan semuanya itu. Selama ini saja dia sukanya menuduh tanpa adanya suatu bukti tertentu. Bicara soal Jenderal Kardus, bicara soal mahar politik segala isu yang dia layangkan lenyap begitu saja tanpa adanya suatu bukti tertentu, "Kata Misbakhun dalam keterangan yang disngkat AKURAT.CO , Kamis (13/9).


Pria kelahiran Pasuruan ini mengaku tidak punya wewenang menggerakkan media yang seperti yang dituduhkan Andi. " Memangnya aku ini siapa yang bisa dianggap bisa menggerakkan media asing untuk menulis soal Century ," tambahnya.

Misbakhun menegaskan, John Berthelsen dalam rekam jejaknya tidak hanya menulis tentang skandal Abad, karena dia fokus mencermati skandal-skandal besar di negara lain.

“ Perihal tulisan di Asia Sentinel itu juga tidak sepenuhnya baru, karena sudah menjadi temuan audit BPK dan Pansus Angket DPR 2009-2014. Semua sudah terpublikasi , ”pungkasnya.

Soal mengkaitkan kasus Century dengan dirinya, Misbakhun sebaliknya sudah jelas dia sama sekali tidak berhubungan dengan kasus Century sesuai hasil putusan pada tingkat Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung.

"Saya bebas murni pada tahun 2012. Di putusan PK tersebut, sangat jelas putusan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Kasasi, semua putusan yang menghukum saya, dihapus dan nama baik saya sudah direhabilitasi melalui putusan pengadilan tingkat PK tersebut," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyerang politikus Golkar M Misbakhun. Menurut dia, anggota DPR RI itu di belakang berita media asing, Asia Sentinel, tentang skandal Bank Century dan representasinya dengan rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Lewat Twitter, Andi meminta publik untuk masalah skandal Century kepada Misbakhun. Pasalnya, menurut dia, bekas politikus PKS itu adalah bagian dari skandal tersebut.

"Kasus abad diulang-ulang. Tanya sama mantan kasus napi abad Misbakhun yang paham soal abad, karena dia dan perusahaannya yang menjadi pelaku," kata Andi dalam akun Twitternya, @AndiArief .

Sumber : Akurat.co